Saturday, May 4, 2013 | By: Rahmat A. K.

Coklat / Cokelat


COKLAT / COKELAT

Asal Cokelat

Cokelat atau sering dikenal sebagai kokoa dihasilkan dari tumbuhan kakao atau dikenal dengan nama latin Theobroma cacao. Kata theobroma berarti makanan para dewa. Cokelat atau kokoa diambil dari bagian biji pohon kakao.
Negara penghasil kakao terbesar di dunia saat ini adalah Pantai Gading. Sedangkan Indonesia juga menempati urutan 3 besar negara penghasil kakao. Itu sebabnya banyak sekali cokelat yang bisa dihasilkan dan dinikmati di Indonesia. Namun, darimana sebenarnya cokelat berasal? Bagaimana sejarah cokelat?

Sejarah Cokelat

Kemungkinan besar, di lembah-lembah Amazon dan Orinoco di Amerika Selatan terdapat banyak pohon kakao liar. Pohon ini sudah tumbuh di sana sejak ribuan tahun yang lalu, kemungkinan sejak 400 tahun sebelum masehi. Kemudian orang-orang dari bangsa Maya mulai membudidayakan pohon kakao. Sewaktu orang-orang ini bermigrasi ke Yucatan di Amerika Tengah, mereka juga membawa kakao ke sana.
Kebiasaan menikmati cokelat dimulai oleh para bangsawan suku Indian Aztec di Amerika Tengah, daerah yang sekarang menjadi wilayah Meksiko. Penduduk Meso-Amerika ini mencampurkan bubuk biji kakao yang rasanya pahit dengan jagung fermentasi atau juga dengan anggur. Campuran ini diracik menjadi minuman yang disajikan dalam cangkir emas. Bahkan salah satu kaisar Aztec yang bernama Montezuma dapat meminum lebih dari 50 cangkir cokelat setiap hari.
Bahkan, karena begitu berharganya cokelat pada masa itu dianggap sebagai makanan para dewa yang menjadi asal-usul nama latin pohon cokelat. Sehingga biji kakao digunakan dalam upacara keagamaan dan juga sebagai hadiah. Selain itu, karena berharganya cokelat pada zaman itu, membuat biji kakao digunakan juga sebagai alat pembayaran yaitu mata uang.
Sewaktu terjadi penaklukan oleh Spanyol di Meksiko dan Amerika Tengah, orang Spanyol juga mulai membuka perkebunan kakao. Ternyata keuntungannya sangat besar, sehingga orang Spanyol menguasai perdagangan cokelat hingga abad ke-18. Mereka juga membawa biji kakao ke Haiti, Trinidad dan Afrika Barat. Dan hingga sekarang, penghasil cokelat terbesar adalah salah satu negara di Afrika Barat yaitu Pantai Gading.
Kebiasaan minum cokelat akhirnya menjadi kebiasaan para bangsawan di Spanyol. Kemudian kebiasaan ini menyebar hingga ke Inggris dan seluruh Eropa, khususnya masyarakat golongan atas dan bangsawan.
Karena rasanya yang unik, minuman cokelat bahkan menyaingi bir yang saat itu populer di Eropa. Dan permintaan akan cokelat dengan rasa yang semakin nikmat terus berkembang, apalagi sejak ditemukan mesin untuk membuat cokelat pada masa revolusi industri.
Sejak ditemukan berbagai cara pembuatan cokelat pada masa revolusi industri di Eropa, mesin uap mulai digunakan untuk menggiling cokelat. Kemudian perubahan signifikan dalam meningkatkan mutu cokelat terjadi pada tahun 1828 di Belanda di mana Coenraad van Houten menemukan cara memisahkan bubuk dan minyak kakao dari adonan biji kakao giling. Hal ini membuka penemuan-penemuan berikutnya yang mampu mencampur cokelat yang berupa cairan yang kental dan pekat, dicampur minyak kakao serta gula. Dan ini menjadi asal mula cokelat padat yang akan menjadi cikal bakal cokelat batangan yang kita kenal sekarang.
Sekitar abad ke-19, barulah cokelat yang rasanya lembut di lidah mulai diciptakan. Dimulai di Swiss, adonan biji kakao giling dimasukkan ke cakram porselen dan dihaluskan beberapa jam sehingga menghasilkan cokelat yang lembut dan dapat lumer di lidah. Proses ini disebut conching.
Kemudian banyak pengusaha industri makanan mulai membuat cokelat jenis ini yang sangat laku. Beberapa nama terkenal yang merknya terkenal hingga sekarang, mulai terjun dalam industri ini. Pengusaha dan penemu seperti Lindt, Nestle, Hershey, Tobler dan Kohler, yang nama mereka dikenal sebagai merk cokelat hingga hari ini, telah menemukan berbagai mesin pengolahan cokelat untuk meningkatkan mutu dan rasa cokelat.
Para ahli botani menyetujui bahwa pohon coklat atau kakao (Theobroma cacao) sudah tumbuh di daerah Amazon dan lembah Orinoko di Amerika Selatan sejak ribuan tahun yang lalu. Bangsa Maya yang pertama kali mengolah pohon coklat. Kebiasaan ini juga dibawa ketika mereka pindah ke dataran Yukatan. Bangsa Aztek kemudian memperkenalkan coklat yang pahit sebagai minuman. Biji coklat dicampur dengan jagung ataupun anggur yang telah difermentasi lalu disajikan pada cangkir yang terbuat dari emas. Kaisar Aztek yang bernama Montezuma memiliki kebiasaan minum coklat lebih dari 50 cangkir coklat per hari.
Penjajah asal Spanyol yang bernama Hernán Cortés (1485-1547) saat menjajah wilayah tersebut pada awalnya tertarik pada cangkir emas dibanding isinya yaitu minuman coklat. Namun dia juga mengamati bahwa bagi Bangsa Aztec, kakao atau biji coklat juga digunakan sebagai uang. Karena itu, ia segera mendirikan beberapa perkebunan coklat. Perkebunan yang disebut sebagai "emas berwarna coklat" ini berkembang dan hasilnya digemari, sehingga Spanyol mengendalikan perdagangan coklat pada abad ke-18. Kemudian coklat diperkenalkan ke daratan Eropa dan dijadikan bahan campuran kue.
Pada pertengahan abad ke-19, Swiss memulai mengembangkan dan memasarkan coklat sebagai makanan ringan. Sehingga coklat yang tadinya hanya sebagai minuman kemudian berkembang menjadi makanan ringan yang dapat mencair di lidah. Swiss juga menjadi terkenal sebagai negara penghasil coklat terbaik.
Kemudian para pengusaha yang cerdas seperti Hershey, Kohler, Lindt, Nestlé, Peter, Suchard, dan Tobler —nama mereka menjadi merk coklat ternama saat ini— membuat kontribusi yang besar untuk industri coklat. Mereka menemukan mesin pengolahan coklat yang lebih efisien maupun menemukan metode pengolahan coklat yang lebih baik.

Manfaat Cokelat

Cokelat telah dianggap sebagai salah satu makanan atau minuman yang bisa membantu kesehatan. Silahkan baca artikel berikut mengenai cokelat untuk kesehatan: Cokelat Membuat Hidup Lebih Sehat. Selain itu, cokelat juga terbukti membuat kulit lebih halus. Misalnya cokelat bisa mencegah penuaan dini. Silahkan baca artikel berikut: Cokelat untuk Kecantikan.
Beberapa penelitian, meski belum dapat dibuktikan, telah menunjukkan keefektifan cokelat dalam perawatan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, konstipasi, dan masalah kulit. Juga cokelat dapat meningkatkan mood baik seseorang bahkan mampu meningkatkan gairah seksual.
Ya, cokelat telah menjadi cemilan dan minuman favorit bagi banyak orang. Tentu kita beruntung bisa menikmati cokelat pada zaman modern ini, di mana rasa, tekstur dan variasi cokelat telah tersedia sangat banyak dengan mutu yang jauh lebih baik dibanding ketika pertama kali cokelat dinikmati.

Manfaat Coklat untuk Kesehatan

Coklat dengan kandungan kakao (biji coklat) lebih dari 70% juga memiliki manfaat untuk kesehatan, karena coklat kaya akan kandungan antioksidan yaitu fenol dan flavonoid. Dengan adanya antioksidan, akan mampu untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh. Besarnya kandungan antioksidan ini bahkan 3 kali lebih banyak dari teh hijau, minuman yang selama ini sering dianggap sebagai sumber antioksidan.

Dengan adanya antioksidan, membuat coklat menjadi salah satu minuman kesehatan. Fenol, sebagai antioksidan mampu mengurangi kolesterol pada darah sehingga dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung juga berguna untuk mencegah timbulnya kanker dalam tubuh, mencegah terjadinya stroke dan darah tinggi. Selain itu kandungan lemak pada coklat kualitas tinggi terbukti bebas kolesterol dan tidak menyumbat pembuluh darah.

Coklat juga mengandung beberapa vitamin yang berguna bagi tubuh seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E. Selain itu, coklat juga mengandung zat maupun nutrisi yang penting untuk tubuh seperti zat besi, kalium dan kalsium. Kakao sendiri merupakan sumber magnesium alami tertinggi. Jika seseorang kekurangan magnesium, dapat menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, diabetes, sakit persendian dan masalah bulanan wanita yaitu pra menstruasi (PMS). Dengan makan coklat akan menambah magnesium dalam asupan gizi harian yang menyebabkan meningkatnya kadar progesteron pada wanita. Hal ini mengurangi efek negatif dari PMS.

Coklat untuk Kecantikan

Manfaat lain dari coklat adalah untuk kecantikan, karena antioksidan dan katekin yang ada di dalamnya dapat mencegah penuaan dini, maka tidak heran bila saat ini berkembang lulur coklat yang sangat baik untuk kecantikan kulit. Kandungan yang terdapat dalam coklat memiliki banyak manfaat bagi kulit, misalnya berfungsi untuk menjaga kelembutan, melembapkan, mengencangkan dan memperhalus kulit. Coklat juga dapat memperlambat penuaan pada kulit, termasuk mencegah kerutan pada wajah.

Jenis Cokelat Paling Sehat

Banyak jenis coklat yang tersedia di pasaran. Ada yang harganya mahal, ada pula yang harganya murah. Apa saja perbedaannya? Berikut ini perbandingan jenis coklat dan manfaat masing-masing.
  • Dark Chocolate

    Dark Chocolate memiliki kandungan biji coklat (kakao) yang paling tinggi yaitu paling sedikit 70% mengandung kakao. Dark chocolate memiliki kandungan kakao atau biji cokelat terbanyak, tanpa banyak gula dan tanpa lemak jenuh atau minyak sayur terhidrogenasi (HVO).
  • White Chocolate

    Sedangkan white chocolate hanya memiliki 33% kandungan coklat atau kakao, sisanya adalah gula, susu dan vanila. Kandungan gula inilah yang dapat memberikan efek negatif, seperti kerusakan gigi dan penyakit diabetes.
  • Milk Chocolate atau Coklat Susu

    Milk chocolate atau coklat susu merupakan campuran kakao dengan susu dan ditambah gula. Coklat jenis ini juga sangat digemari karena rasanya yang nikmat.

Hati-hati Makan Sembarang Coklat

Kesalahan yang sering dilakukan pada saat memilih coklat adalah memilih coklat "bermerk" yang murah atau sangat murah. Coklat demikian memiliki kandungan kakao (biji coklat) sedikit yaitu rata-rata kurang dari 20%, bahkan ada yang kurang dari 7%. Coklat jenis ini juga memiliki kandungan gula yang tinggi, kandungan lemak jenuh tinggi dan keburukan lainnya seperti minyak sayur terhidrogenasi (HVO) sehingga mengakibatkan kerusakan gigi dan gangguan kesehatan seperti penyakit diabetes.
Produk coklat lainnya yang juga berbahaya dan buruk untuk kesehatan khususnya yang berupa fondant (biasanya digunakan untuk mendekorasi kue) dan praline. Fondant sebenarnya mengandung 100% pemanis dan praline juga sama buruknya.
Sebisa mungkin pilihlah coklat dengan kandungan gula sedikit agar Anda dapat menikmati manfaat besar yang dimiliki coklat. Anda akan merasakan manfaat jika Anda mengkonsumsi cokelat dengan kandungan kakao atau biji coklat yang tinggi.

Sumber : http://kumpulan.info/kuliner/artikel-kuliner/35-artikel/365-cokelat.html

0 comments:

Post a Comment